🌂 Pertanyaan Tentang Unsur Unsur Pendidikan
Unsurunsur dari Liturgi. Banyak teori dan pendapat mengenai unsur-unsur liturgi itu sendiri karena liturgi setiap denominasi itu berbeda. Liturgi Katolik, Calvin, dan Lutheran punya beberapa perbedaan. Meskipun begitu, setiap denominasi tentu memiliki unsur pokok dari liturgi ini. Berikut ini adalah unsur pokok dari liturgi umat Kristen: 1. Votum
PengertianDesign Penelitian. Desain penelitian adalah rencana tentang cara melakukan penelitian itu, sehingga desain penelitian sangat erat hubungannya dengan proses penelitian. (Nazir, 2005), desiagn penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih sempit, desaign
Pemodelanmerupakan konsep dasar dari teori belajar sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura dan teori ini merupakan pengembangkan atau perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional. Melalui pembelajaran sosial seseorang dapat belajar melalui pengamatan (observation learning) terhadap suatu model.
Mengulastentang kerangka atau sistematika buku ; Memberikan komentar tentang bobot buku secara umum ; Mengupas tentang kaidah bahasa yang dipakai ; Mengoreksi mengenai kesalahan cetak ; c. Penutup . Memberi ajakan kepada pembaca untuk membaca dan memiliki buku. Memberi saran kepada pembaca mengenai penting tidaknya buku yang diresensi.
Setelahsaya melihat film ini saya beranggapan bahwa film Tanda Tanya ini memiliki potensi untuk menggugah hati seluruh penontonnya, dikarenakan film ini memiliki unsur-unsur konflik yang lebar luas dan terkait satu sama lain. Mulai dari Agama, Ras, suku, dan lain-lain. Film ini memiliki nilai-nilai seperti nilai hiburan. Nilai hiburan adalah
Ringkasan/rangkuman materi pelajaran bahasa indonesia kelas 8 SMP BAB 1 tentang Berita Seputar Indonesia pada pembelajaran semester 1.. Sahabat Pendidikan, salah satu bahan belajar yang paling baik dan efektif ialah buku paket pelajaran. Namun sebagai seorang guru dan siswa untuk mempelajari buku pelajaran maka tentunya harus bisa memilih dan memilah materi yang penting
UnsurUnsur Pendidikan - Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sebuah modal dasar untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Oleh karena itu, pemerintah menggalakkan program wajib belajar 12 tahun bagi setiap masyarakat supaya mereka mendapatkan pendidikan yang layak guna mendapatkan pekerjaan ataupun keahlian tertentu.
PermendiknasNo. 63/2009 tentang Sistem Penjamin Mutu Pendidikan. PP No. 66/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Permendiknas No. 184/U/2001 tentang Pedoman Pengawasan-pengendalian dan pembinaan Program diploma Sarjana dan Pascasarjana. Tridharma Perguruan Tinggi. C. Jenis-Jenis Program
pertanyaanlengkap dan terperinci juga bebas menanyakan apa saja dan pertanyaan masih dapat berkembang sesuai dengan jawaban yang di berikan responden. Penulis menggunakan interview ini untuk mendapatkan data-data tentang bagaimana unsur-unsur manajemen yang ada di Bendahara Pondok Pesantren Roudhotul Muta'allimin b. Dokumentasi
be41ghi. PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK Pertanyaan awal Untuk mahasiswa yang duduk di baris pertama deretan ke-6 dari kiri Sebutkan pengertian Pendidikan menurut UU Sisdiknas ! Jawaban Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk mahasiswa yang duduk di baris ketiga yang duduk paling tengah Sebutkan Tujuan Pendidikan Nasional menurut UU Sisdiknas ! Jawaban Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mahasiswa yang duduk di baris kedua deretan ke-3 dari kanan Sebutkan unsur-unsur Pendidikan menurut UU Sisdiknas ! Jawaban 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Subjek yang dibimbing peserta didik. Orang yang membimbing pendidik Interaksi antara peserta didik dengan pendidik interaksi edukatif Ke arah mana bimbingan ditujukan tujuan pendidikan Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan materi pendidikan Cara yang digunakan dalam bimbingan alat dan metode Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung lingkungan pendidikan PROSES PENDIDIKAN sbg INTERAKSI SOSIAL PENDIDIK INTERAKSI EDUKATIF PESERTA DIDIK Pendidik Menurut Langeveld – Guru adalah Orang yang bertanggungjawab terhadap perkembangan dan kedewasaan anak didik. Jadi orang yang disebut pendidik itu karena adanya peranan dan tanggungjawabnya mendidik anak. Menurut Imam Al-Ghazali, bahwa kompetensi personalreligius guru mencakup – Kasih sayang terhadap peserta didik dan memperlakukannya sebagaimana anaknya sendiri – Peneladanan pribadi Rasulullah Saw – Bersikap objektif – Bersikap luwes dan bijaksana dalam menghadapi peserta didik – Bersedia mengamalkan ilmunya PENDIDIK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA Pendidik dalam lingkungan keluarga adalah indi-vidu atau sekelompok individu yang berkeduduk-an sbg orang tua atau saudara dari peserta didik, khususnya ayah & ibu. Syarat yang harus oleh pendidik dalam keluarga adalah dewasa dan berwibawa. Pendidik dalam keluarga melakukan tugasnya karena tanggung jawab moral. Proses pendidikan dlm lingkungan kelurga bersifat informal artinya berlangsung dalam suasana yang tidak terikat oleh materi, waktu, metoda, dst. Materi pendidikan dalam keluarga adalah – pendidikan budi pekerti – pendidikan social – pendidikan keterampilan PENDIDIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL Pendidik pada lembaga formal yaitu guru, dosen, dan konselor merupakan pendidik karena profesi. Dengan demikian tidak setiap orang dapat menjadi pendidik pada lembaga ini. Ada seperangkat persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi pendidik pada lembaga pendidikan formal, yaitu kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi. Pasal 8. UU. RI. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional Pasal 9. UU. RI. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat Pasal 10. UU. RI. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen 1. Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi propfesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. 2. Ketentuan lebih lanjut mengenai kompetensi guru sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 11. UU. RI. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen 1. Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam 2. 3. 4. pasal 8 diberikan kepada guru yang memenuhi persyaratan. Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntable. Ketentuan lebih lanjut mengenai sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dan ayat 3 diatur dengan Peraturan Pemerintah. PROFESIONALISME PENDIDIK PADA LEMB. PEND. FORMAL KUALIFIKASI AKADEMIK PENDIDIK PADA LEMBAGA PEND. FORMAL KOMPETENSI PEDAGOGIK KOMPETENSI KEPRIBADIAN KOMPETENSI SOSIAL SERTIFIKASI KUALIFIKASI AKADEMIK PENDIDIK Pendidik pada lembaga pend. anak usia dini sampai dengan SMTA wajib memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana S 1 atau program diploma empat D 4. Pendidik pada program sarjana harus memiliki kualifikasi akademik minimal magister S 2. Pendidik pada program magister harus memiliki kualifikasi akademik doktor S 3. KOMPETENSI PEDAGOGIK 1. Memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual. 2. Memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya. 3. Memahami gaya dan kesulitan belajar peserta didik. 4. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. KOMPETENSI PEDAGOGIK lanjutan 5. Menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik. 6. Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. 7. Merancang pembelajaran yang mendidik. 8. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik. 9. Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. KOMPETENSI KEPRIBADIAN 1. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. 2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 3. Mengevakuasi kinerja sendiri. 4. Mengembangkan diri secara berkelanjutan. KOMPETENSI SOSIAL 1. Berkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik dan pihak 2 yang terkait. 2. Berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di sekolah dan masyarakat. 3. Berkontribusi terhadap pengemb pendidikan di tingkat lokal, regional, nasional, dan global. 4. Memanfaatkan teknologi informasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. KOMPETENSI PROFESIONAL 1. Menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya. 2. Menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi. 3. Menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi & komunikasi dalam pembelajaran. 4. Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi. 5. Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. 3. PENDIDIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yg memerlukan layanan pendidikan yg berfungsi sbg pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat Pasal 26 ayat 1 UU No. 2 Tahun 2003 Penyelenggaraan pendidikan nonformal tidak didasarkan aturan yang sangat ketat sebagaimana penyelenggaraan pendidikan formal. Oleh karena itu syarat untuk menjadi pendidik pada lembaga pendidikan formal tidak seketat syarat untuk menjadi pendidik pada lembaga pendidikan formal. Kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh pendidik pada lembaga ini tergantung dari macam pendidikan yang diselenggarakan. Peserta Didik The child is a dynamic human being, he possesses a unique combination of personality traits and characteristic that grow and develop according to certain fundamental principle which do not necessarily make for uniformity. Lester D Crow and Alice Crow, 1956 Students as a partner. Don. E. Hamachek, 1977 Hakikat Peserta Didik Peserta didik merupakan individu atau seke-lompok individu yang menjalani proses pendi-dikan agar terjadi perubahan-perubahan pada diri mereka sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan. Syarat untuk menjadi pendidik tergantung dari jenis lembaga dan satuan pendidikan di mana peserta didik menjalani proses pendidikan Karakteristik Peserta Didik Secara umum peserta didik memiliki karakteristik sbb. a. Peserta didik memiliki berbagai potensi. b. Peserta didik merupakan individu-individu yang sedang berkembang. c. Peserta didik yg satu memiliki perbedaan-perbedaan dg peserta didik lainnya. d. Peserta didik membutuhkan perhatian dan perlakuan yang manusiawi. Karakteristik Peserta Didik lanjutan e. Peserta didik merupakan individu yang aktif dan kreatif. f. Peserta didik memiliki berbagai kebutuhan. Standar Kompetensi Inti Pendidik 1. Mampu mengidentifikasi dan memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual. 2. Mampu memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 3. Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu. 4. Mampu memilih dan mengembangkan materi pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 5. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 6. Menguasai metode untuk melakukan pengembangan ilmu dan telaah kritis yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu 7. Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 8. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 9. Mampu merancang pembelajaran yang mendidik. 10. Mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik. Standar Kompetensi Inti Pendidik 11. Mampu merancang penilaian proses dan hasil belajar 12. Mampu melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar 13. Mampu menggunakan hasil penilaian untuk berbagai kepentingan pembelajaran dan pendidikan. 14. Mampu mengembangkan kurikulum dan atau silabus yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 15. Mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran 16. Mampu berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain baik secara lisan maupun tulisan 17. Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, berkomunikasi, dan mengembangkan diri. 18. Mampu bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 19. Mampu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. 20. Mampu menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Standar Kompetensi Inti Pendidik 21. Mempunyai rasa bangga menjadi guru, dapat bekerja mandiri, mempunyai etos kerja, rasa percaya diri, dan tanggung jawab yang tinggi. 22. Berperilaku jujur dan disegani. 23. Mampu mengevaluasi diri dan kinerja secara terus menerus. 24. Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan dengan belajar dari berbagai sumber ilmu 25. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 26. Mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 27. Mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. 28. Mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. 29. Bersikap kooperatif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 30. Mampu beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. Hubungan Pendidik dan Peserta Didik Love and affectiaon cinta dan kasih sayang Keterbukaan openness Kebebasan liberty Keujuran Honesty Kesungguhan dan keikhlasan hati sincerity Keagamaan spiritual Suasana Kekeluargaan family atmosphere Bukan dalam suasana kekuasaan authority atau hegemony The four pillars of education UNESCO Learning to know Leraning to do Learning to be Learning to live together Materi Pendidikan dalam Islam Penyusunan materi pendidikan dalam Islam harus memperhatikan - Tujuan Pendidikan - Lingkungan alam dan masyarakat - Minat dan bakat peserta didik - Realitas sosial - Kondisi keagamaan - Aspek kemanusiaan - Aspek Budaya dan ekonomi - Kecenderungan Global - Dan lain-lain Keberhasilan suatu materi pendidikan Islam akan ditentukan oleh pendidik periklau dan pemahaman, metode atau cara penyampaian, lingkungan atau sistem sosial dalam masyarakat dan pemahaman dan pemikiran peserta didik. Agar materi dapat diterima peserta didik Materi pendidikan disesuaikan dengan usia, dan perkembangan kedewasaan peserta didik. Pendidik memahami psikolgis peserta didik Menggunakan metode yang tepat Dikaitkan dengan pemahaman peserta didik sebelumnya Kondisi pembelajaran yang kondusif Dan lain sebagainya 33 Materi Pendidikan dalam Islam Menurut Para Tokoh A. Ibnu Miskawaih Penekanan materi pada pendidikan akhlak 1. Hal-hal yang wajib bagi kebutuhan tubuh manusia. Contoh Shalat dan puasa 2. Hal-hal yang wajib bagi jiwa Contoh Penanaman akidah yang benar, mengesakan Allah dengan segala kebesarannya, dan motivasi untuk senang kepada ilmu 3. Hal-hal yang wajib bagi hubungannya dengan sesama manusia Contoh ilmu muamalat, pertanian, IPA dan lain-lain Ketiganya dapat diperoleh dari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pemikiran al-ulum al-fikriyah, dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan indera al-ulum al-bissiyat 34 Lanjutan Menurut Al-Qabisi Kurikulum Ijbari kurikulum yang merupakan keharusan bagi setiap anak. Tentang kandungan ayat-ayat al-Qur’an, penguasaan terhadap ilmu bahasa arab, membaca dan menulis al-Qur’an dan lain. Kurikulum Ikhtiyari tidak wajib atau pilihan. Seperti ilmu hitung, keterampilan, ilmu nahwu, sejarah, dan lain-lain 35 Lanjutan Menurut Al-Ghazali Konsep kurikulumnya berkait dengan konsep ilmu pengetahuan yang dibagi menjadi tiga Ilmu-ilmu yang terkutuk baik sedikit maupun banyak, yaitu ilmu yang tidak ada manfaatanya baik didunia maupun di akherat, seperti ilmu sihir, ramalan, nujum, dll Ilmu-ilmu terpuji baik sedikit maupun banyak, yaitu ilmu yang erat kaitannya dengan peribadatan dan kebersihan diri, ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah Ilmu-ilmu yang terpuji dalam kadar-kadar tertentu atau sedikit, dan tercela jika dipelajarinya secara lebih mendalam karena akan terjadi kekacauan pada keyakinan seperti ilmu filsafat. 36 Lanjutan Menurut Ibn Jama’ah Materi pelajaran terkait dengan tujuan belajar, yaitu semata-mata menyerahkan diri kepada Allah Swt, dan tidak untuk kepentingan mencari dunia atau materi. Materi pendidikan juga harus dikaitkan dengan etika dan nilai-nilai spiritualitas. Secara lebih khusus, Ibn Jama’ah menitikberatkan materi pendidikan pada aspek materi keagamaan, seperti pelajaran al-Qur’an, tafsir, hadits, ulum al-hadits, ushul fiqh, nahwu, dan sharaf. 37 UU No. 20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat 3 Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan Peningkatan iman dan taqwa Peningkatan akhlak mulia Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik Keragaman potensi daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, d an seni Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. 38
Contoh Soal Pilgan Tentang Pengantar Pendidikan1. Maju mundurnya ekonomi suatu negara terletak pada maju atau tidaknya pendidikan di negara tersebut, hal ini membuktikan bahwa pendidikan merupakan salah satu landasan ekonomi dan memandang pendidikan sebagai ....a. Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayanib. Human invesmentc. Deviant behaviourd. Pranata sosial2. Pak Masjuki dan Istri adalah seorang guru, gaji bulanannya hanya pas-pasan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya yang empat orang itu, namun semua anaknya bersekolah di sekolah negeri sampai kuliahnyapun demikian. Sekarang kedua anak tertuanya sudah bergelar master dan sudah bekerja pada kantor pemerintah. Anak ketiganyapun telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri terkenal. Keberhasilan keluarga pak Masjuki disebabkan oleh ....a. Mereka berasal dari keluarga guru yang hidupnya pas-pasanb. Anak-anaknya menjadi pintar karena semuanya bersekolah di sekolah negeric. Dibiayai dengan uang yang diperoleh secara halald. Semua anak-anaknya dididik secara prihatin dan secara kebetulan mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata3. Bentuk keluarga dibedakan atas keluarga patriarhat, keluarga matrilineal, keluarga patrilineal, dan keluarga equaliterian. Semua bentuk keluarga tersebut dibedakan berdasarkan ....a. Garis keturunanb. Pemegang kekuasaanc. Bentuk perkawinand. Keutuhan keluarga4. Secara umum, tujuannya adalah memberikan bekal kemampuan kepada peserta didik dalam mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan sebagai makhluk Tuhan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan dari ....a. Instruksional umumb. Instruksional khususc. Pendidikan nasionald. Pendidikan sekolah5. Idris Sardi adalah pemain biola terkenal di Indonesia, tetapi kepiawaiannya bermain biola tidak satupun yang menurun kepada anak-anaknya. Salah satu penyebabnya adalah tidak satupun anak-anak Idris Sardi yang memiliki bakat bermain musik. Contoh di atas merupakan pendapat dari aliran pendidikan menurut ....a. Nativismeb. Empirismec. Konvergensid. Behaviour6. Pranata sosial adalah sebagai suatu sistem peran dan norma sosial yang saling berhubungan dan terorganisasi disekitar pemenuhan kebutuhan atau fungsi sosial yang penting. Pernyataan di atas dikemukakan oleh ....a. Peter L. Bergerb. Komblumc. Theodorson. Piaget7. Landasannya merupakan seperangkat asumsi yang bersumber dari hasil studi dan disiplin ilmu yang dijadikan titik tolak dalam rangka praktek pendidikan. Pernyataan tersebut merupakan landasan dari ....a. Psikologib. Sosiologic. Antropologid. Pedagogik8. Manakah pernyataan di bawah yang merupakan landasan historis pendidikan Indonesia ....a. Zaman pengaruh Spanyol dan Portugisb. Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945c. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003d. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 19909. Aliran ini berimplikasi terhadap pendidikan, khususnya bidang sains dan matematika. Aliran ini merupakan aliran filsafat yang tema utamanya berkaitan dengan hakikat pengetahuan. Aliran yang dimaksud adalah ....a. Perenialismeb. Progresivismec. Kontruktivismed. Esensialisme10. Pada masa ini pendidikan dianggap sebagai hak semua orang, oleh sebab itu pendidikan bersifat demokratis, dan tidak otokratis. Pendidikan pada masa ini tidak mengenal kurikulum, kalaupun ada kurikulumnya tidak tertulis. Situasi pendidikan seperti ini terdapat pada zaman kerajaan ....a. Hindu - Budhab. Islamc. Pengaruh Portugis dan Spanyold. Kolonial Belanda11. Selain jiwa UUD 1945 yang dijadikan landasan konstitusi pendidikan pada periode awal kemerdekaan 1945 - 1950, terdapat Undang-Undang lain yang digunakan, yaitu ....a. UUD RIS Tahun 1950b. UU Nomor 7 Tahun 1950c. UU RI Nomor 12 Tahun 1954d. UU RI Nomor 4 Tahun 1950 de fakto12. Menurut Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, bahwa kaum pendidik hanya dapat menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan-kekuatan lahir batin agar dapat memperbaiki lakunya bukan dasarnya hidup dan tumbuhnya kodrat alam. Dari pernyataan di atas, implikasinya bagi guru adalah ....a. Semua sarana, materi pendidikan, dan cara-cara mendidik harus dipilih sesuai dengan hakikat peserta didikb. Semua guru harus menguasai berbagai kompetensi mengajarc. Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan faktor perkembangan peserta didikd. Media pembelajaran yang digunakan guru harus tepat dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa13. Salah satu kendala yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kinerja dan mutu pendidikan nasional adalah ....a. Masih rendahnya relevansi pendidikanb. Terbatasnya jumlah guru yang bermutuc. Masih tingginya angka putus sekolah yang merupakan bagian dari tantangand. Kurangnya peranan dunia usaha dalam pendidikan nasionalJawaban1. b. Human invesment2. d. Semua anak-anaknya dididik secara prihatin dan secara kebetulan mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata3. b. Pemegang kekuasaan4. d. Pendidikan sekolah5. a. Nativisme6. c. Theodorson. c. Antropologi8. a. Zaman pengaruh Spanyol dan Portugis9. c. Kontruktivisme10. b. Islam11. d. UU RI Nomor 4 Tahun 1950 de fakto12. a. Semua sarana, materi pendidikan, dan cara-cara mendidik harus dipilih sesuai dengan hakikat peserta didik13. b. Terbatasnya jumlah guru yang bermutu
Pertanyaan untuk Ditanyakan Selama Pengembangan Kurikulum Dalam lingkungan pendidikan, kurikulum adalah kata yang dapat menimbulkan berbagai jenis reaksi. Semua kurikulum memiliki tujuan yang sama yaitu dirancang untuk membantu siswa belajar. Bagaimana masing-masing sekolah menggunakan dan menerapkan kurikulum sangat berbeda dan unik, tergantung pada kebutuhan siswa, fakultas, staf, dan masyarakat di mana sekolah tersebut melayani. Terlepas dari lokasi atau pilihan kurikulum, pengembangan kurikulum sebenarnya merupakan bagian penting bagi keberhasilan setiap siswa di sekolah. Apa itu Pengembangan Kurikulum? Terlepas dari pengalaman mengajar Anda, pendidik tahu bahwa kurikulum yang efektif dan baik adalah komponen penting mutlak untuk memberikan pengajaran dan pendidikan yang sukses secara keseluruhan. Istilah “kurikulum” dapat berarti hal yang berbeda, tetapi terutama, bagi guru, kurikulum adalah keseluruhan rencana keseluruhan untuk kursus mereka, termasuk standar, tujuan pembelajaran, strategi pengajaran yang digunakan, penilaian, dan bahan. Untuk sekolah atau kabupaten, kurikulum dapat berarti pendekatan berbasis standar untuk proses pembelajaran secara keseluruhan. Misalnya, sebuah sekolah mungkin merupakan lembaga yang berfokus pada STEM atau STEAM, dengan kurikulum berdasarkan pembelajaran berbasis proyek atau berbasis masalah dengan desain pengalaman yang sarat dengan sains, teknik, dan matematika. Pendekatan ini akan menjadi kurikulum pembelajaran mereka dan akan mendorong jenis kursus yang dapat diambil siswa. Satu hal yang pasti tentang kurikulum dan perkembangan selanjutnya—tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua dalam hal lingkungan belajar. Pertanyaan untuk Ditanyakan Selama Proses Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum adalah proses multifaset, dengan proses yang tepat bervariasi dari satu sekolah atau sistem pendidikan ke yang berikutnya. Namun, pada intinya, kerangka pengembangan kurikulum mencakup analisis, pembangunan, implementasi, dan evaluasi. Selama proses ini, gagasan perbaikan terus-menerus perlu jelas. Tantangan kurikulum datang ketika ide-ide yang lelah dan usang menjadi stagnan. Sebagai pendidik, rencana pengajaran kita harus sering ditinjau, direvisi, dan diperbarui ketika kebutuhan baru dan berbeda muncul. Perubahan kurikulum seringkali diperlukan berdasarkan penemuan baru, inovasi dalam praktik terbaik, atau, seperti yang kita semua alami, pergeseran gaya belajar dari tatap muka ke jarak jauh ke instruksi hibrida selama pandemi. Untuk mempertahankan pengetahuan terkini dan terkini tentang pengembangan kurikulum, beberapa pertanyaan dapat diajukan untuk menjaga kesetiaan dan integritas kurikulum. Apa itu Struktur Kebijakan dan Pengawasan? Saat mengembangkan kurikulum, komponen kunci harus ditangani sebelum memulai. Pertama, apakah ada struktur pengambilan keputusan untuk menentukan apa yang tertulis, diajarkan, atau diuji? Hal ini dapat diselesaikan dengan membentuk komite kurikulum di mana visi kurikulum terbentuk, yang dapat mencakup tujuan yang jelas dan komitmen tertulis untuk memandu pengembangan kurikulum. Akhirnya, bagian kebijakan dan perencanaan sangat penting, di mana kebijakan tertulis yang memastikan akses semua siswa ke sumber daya jelas, bersama dengan rencana komunikasi tentang bagaimana kurikulum akan diajarkan, dan perubahan apa pun di masa depan. Apakah Ada Aksesibilitas dan Dukungan? Mengembangkan kurikulum tidak berhenti setelah komponen dibuat. Agar pengembangan kurikulum dapat dimanfaatkan secara maksimal, aksesibilitas dan dukungan harus jelas, termasuk rencana kesetaraan, inventarisasi dan penilaian kebutuhan, rencana peluncuran, pengembangan profesional awal, dan dukungan berkelanjutan. Bisakah Semua Siswa Menggunakan Kurikulum? Bagian yang paling penting untuk kurikulum apapun adalah kedalaman dan ruang lingkup dampak untuk semua siswa. Secara khusus, kurikulum harus membahas dan memperjelas apa yang harus diketahui dan dapat dilakukan oleh setiap siswa berdasarkan kemampuan mereka. Pengajaran yang paling sukses datang dari hasil belajar yang didefinisikan dengan jelas dan bukti selanjutnya bahwa pembelajaran telah terjadi. Apakah Sesuai dengan Standar Negara? Kurikulum yang sukses lebih dari sekadar memanfaatkan buku teks, yang dengan sendirinya bisa ketinggalan zaman. Kurikulum sekolah harus ketat dan selaras dengan standar negara bagian, dengan berbagai bentuk modalitas dan strategi pembelajaran yang ada. Kurikulum harus menginspirasi pembelajaran yang menarik dengan mempertanyakan, menganalisis, mensintesis, dan tingkat pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam. Seberapa Relatif dan Terkini Kurikulumnya? Kurikulum yang hebat mengikuti dunia yang terus berubah dan tidak pernah merupakan inisiatif yang selesai. Merevisi kurikulum secara teratur memungkinkan peninjauan dan penambahan topik baru yang terkini dan relevan. Kurikulum dapat memainkan peran penting dalam memungkinkan pendidik untuk mengikuti tren yang terus berkembang dalam pendidikan dan kebutuhan siswa, termasuk teknologi dan keahlian baru yang dibutuhkan untuk bersaing dalam ekonomi global. Apakah Ini Beragam dan Inklusif untuk Semua Siswa? Untuk pendidik yang melayani kaum muda, pertanyaan seputar perspektif dan pengalaman harus berperan dalam memilih atau mengembangkan kurikulum, termasuk penggunaan sumber daya luar atau membuat sendiri. Keragaman perspektif yang terwakili dalam kurikulum penting memberikan siswa pandangan penuh tentang sejarah dan memberi mereka akses penting ke pengalaman inklusif dan beragam yang dapat berdampak positif bagi mereka di hampir setiap aspek perkembangan mereka. Kurikulum yang inklusif dan beragam dapat memberdayakan siswa yang kurang terwakili, memungkinkan mereka untuk mengalami kepercayaan diri yang tinggi, yang pasti mengarah pada lebih banyak peluang di masa depan. Selain itu, siswa yang terpapar keragaman di kelas atau kurikulum berpotensi menunjukkan lebih sedikit prasangka rasial, sehingga mengurangi stereotip rasial dan mendorong pemahaman lintas ras. Mengembangkan dan menerapkan kurikulum yang tepat di sekolah Anda dapat memberikan pertanyaan dan hasil yang positif baik bagi siswa maupun guru. Menikmati dan berkembang dalam kurikulum yang dipikirkan, diteliti, dianalisis, dan dievaluasi terus-menerus dapat menyebabkan perubahan besar dalam budaya dan iklim sekolah, sambil mempersiapkan siswa untuk masyarakat yang selalu berubah. Sebagai pemimpin pendidikan, kami ditugasi untuk menyediakan proses dan struktur yang tepat bagi sekolah kami untuk memastikan kami menerapkan jalur instruksional yang paling efektif. Kurikulum yang tepat dapat memastikan bahwa siswa saat ini dilengkapi dengan alat yang tepat untuk sukses.
pertanyaan tentang unsur unsur pendidikan