🌂 Arah Mata Angin Bali
Arah orientasi ruang dalam skala wilayah yang lebih luas dan berkeseimbangan secara keseluruhan dalam Provinsi Bali, dengan konsep arah orientasi yang berdasarkan mata angin (pengider-ider) yang bersifat universal, dan yang berdasarkan konsep segara-gunung yang bersifat lokal.
Nawadewata (Sembilan Dewa) atau Dewata Nawa Sangha adalah sembilan penguasa di setiap penjuru mata angin dalam konsep agama Hindu Dharma di Bali. Sembilan penguasa tersebut merupakan Dewa Siwa yang dikelilingi oleh delapan aspeknya. Diagram matahari bergambar Dewata Nawa Sanga ditemukan dalam Surya Majapahit, lambang kerajaan Majapahit .
mata angin di Bali yaitu bernama Nawa Sanga (yaitu sembilan arah mata angin). Namun, terdapat arah mata angin yang memiliki keunikan secara universal dalam masyarakat Bali, yaitu arah utara timur atau dalam Bahasa Bali disebut kaja kangin. Dalam Bahasa Indonesia, kaja berarti utara dan kangin berarti timur.
Meski mayoritas penduduk Bali sudah bisa berbahasa Indonesia, adakalanya kamu diharuskan menyebut arah dengan Bahasa Bali, terutama jika bertemu orangtua dari daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Untuk itu, yuk coba belajar dengan menghapalkan kosakata berikut! 1. Kaja atau utara. Unsplash.com/Polina Kuzovkova.
DALAM bahasa Bali,Kaja, Kangin, Kelod dan Kauhadalah arah mata angin. Kaja dalam Bahasa Indonesia berarti Utara , Kangin berarti Timur, Kelod berarti Selatan dan Kauh berarti Barat. Tetapi dalam tatanan budaya Bali terkait filosofi Luanan dan Tebenen (Hulu-Teben), Kaja tidak selalu identik atau berarti Utara.
Pura Kahyangan Jagat merupakan tempat suci dengan konsep Sanga-Mandala atau Dewata Nawa Sanga. Dapat diartikan Pura Kahyangan Jagat dikenal sebagai sembilan pura utama yang menjadi sthana (tempat) sembilan Dewa Penjaga Arah Mata Angin. Berikut daftarnya yang dikutip dari berbagai sumber.
Pada saat ini terciptanya alam semesta yang disebut "Srsti " atau " Brahma Diva" (siang hari Brahma) dan ketika alam ini meniada disebut "Pralaya", atau "Brahma Nakta" (malam hari Brahma). Proses terciptanya alam semesta ini berlangsung secara berjenjang yang teramat gaib atau halus sampai jenjang yang tampak atau berwujud.
yqwW.
arah mata angin bali