🥉 Keluarga Sumayyah Mendapat Ujian Keimanan Berupa

Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, كن ورعًا تكن أعبد الناس، وكن قنعًا تكن أشكر الناس. "Jadilah seorang yang wara', niscaya engkau menjadi manusia yang paling baik dalam beribadah. Dan jadilah seorang yang qana'ah, niscaya engkau menjadi manusia yang paling bersyukur.". (HR. Merekaterbunuh sementara keimanan dan keislaman tetap kokoh bercokol di dalam hati mereka. Semoga Allah meridhai Sumayyah, anaknya, dan suaminya. Semoga mereka mendapatkan ampunan dari Allah, sebagai yang disabdakan Rasulullah, "Ya Allah, ampunilah keluarga Yasir, dan Engkau telah melakukan itu." Ujianyang sangat dahsyat ini memperlihatkan ketabahan Sumayyah menghadapi liku-liku hidup sebagai graduan timur tengah yang diuji dengan mehnah dan tribulasi. Sebuah novel yang sangat santai dan bernuansa islami ini tutur menekankan tentang keperluan graduan berbakti pada masyarakat. Empatayat ini mengisyaratkan beberapa perkara penting yang meliputi; kemurnian dakwah Muhammad, prinsip agama islam yang menjadi asas dari semua ajaran islam tauhid, iman pada akhirat, penyucian jiwa, pembenteng masyarakat dari segala kerusakan serta upaya menggapai maslahat.[1] 2. Mulai Berdakwah secara Sembunyi-Sembunyi. Ammar ibunya, Sumayyah, dan ayahnya, Yasir, memiliki andil cukup besar bagi perjalanan dakwah Islamiyah. Mereka telah mendapat siksaan, yang menurut ukuran manusia amatlah mustahil untuk tetap istiqamah, yaitu ketika majikannya (keluarga Bani Makhzum) mengetahui bahwa keluarga Ammar bin Yasir masuk Islam, kemudian menimpakan berbagai siksaan amat pedih kepada keluarga Ammar. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya, dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Fathir: 2) Jadi, mudharat dan manfaat adalah di tangan Allah. Karenaumat adalah kumpulan keluarga. Dan Keluarga adalah miniatur umat [Tanya~Jawab] : 1. Fenomena yg terjadi begitu aneh, kita mengenal hijrah secara fisik. Berubah lebih baik dari sebelumnya. Saya di pesantren sudah 5 tahun. Mayoritas, konsepnya tahu, tetapi seiring berjalannya waktu bosan. Meninggalkan shalat berjamaah dianggap suatu hal yg Nuridan Mas Vonding), adik (Ahmad), dan segenap keluarga besar yang memotivasi penulis dengan kesabaran dan kemakluman. 9. Sahabat-sahabat penulis di FIB. Teman seperjuangan: Yucha, Wuri, Yasmina, Arina, Izzah, Siska, Sumayyah, Ulya, Iwan, Orchid dan seluruh mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2005. 10. CaraMemakai Jilbab Yang Baik Sebagaimana tertulis dalam Al Qur'an surat An Nur ayat 26, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)".Terus, apa hubungannya jilbab dengan kutipan ayat di atas? Ya, sosok wanita yang baik dalam pandangan islam adalah mereka yang PAbT. Ilustrasi. Sahabat wanita ini bernama Sumayyah binti Khabath. Ibu kandung dari Ammar, yang merupakan Istri dari Yasir. Ia merupakan maula budak Hudzaifah bin Al-Mughirah yang telah dibebaskan. Ia merupakan orang yang ketujuh di antara pertama kali yang masuk Islam. Yasir sendiri merukapan sekutu Hudzaifah bin Al-Mughirah. Dinikahkanlah Yasir dengan Sumayyah hingga melahirkan anak yang bernama Ammar. Setelah itu dimerdekakan. Ketika Sumayyah mendengar tentang Islam dari anaknya, hatinya tak kuasa untuk segera menerima agama baru yang baru ia dengar. Ia merasakan bahwa yang disampaikan anaknya merupakan keselamatan bagi keluarganya. Tumbuhlah keimanan di hatinya. Semakin hari keimanan itu semakin kuat bagaikan pohon yang akarnya menembus ke dalam bumi dan batangnya menjulang ke langit. Ketika keimanan sudah merasuk ke dalam hatinya, ia betul-betul menindaklanjutinya dengan pembenaran, pengikraran segaligus pengamalan. Semudah itu kah? Tentu saja tidak. Untuk mempertahankan keimanan model demikian, ia harus tabah dan tegar ketika keimanannya diuji walau harus kehilangan nyawa. Al-Qur`an sendiri menyatakan “Apakah manusia mengira dibiarkan mengatakan kami telah beriman, sedang mereka belum diuji.” QS. Al-`Ankabut [29] 2]. Keimanannya benar-benar teruji ketika ia beserta suaminya, Yasir tetap tegar dan sabar sewaktu disiksa dengan sedemikian kejamnya oleh Abu Jahal Amru bin Hisyam. Keimanan yang tumbuh dari dalam hatinya benar-benar bukan saja diikrarkan tapi juga dikawinkan dengan anggota tubuhnya. Sampai pada akhirnya, Abu Jahal menikam kemaluannya dengan tombak, hingga ia meninggal meraih medali syahid’ wanita muslim pertama. Sewaktu Rasulullah melihat keluarga Yasir disiksa sedemikian rupa Rasulullah berkomentar “Kesabaran untuk keluarga Yasir, sesungguhnya kalian dijanjikan surga.” Ya Allah…Ketegaran dan kesabarannya menjadikannya sebagai wanita yang pertama kali syahid. Bukan sekadar mendapatkan kemuliaan sebagai wanita yang termasuk pertama kali masuk Islam, ia juga menjadi wanita yang pertama kali syahi berjuang di jalan Allah. Mungkin ia tak berambisi mencari itu. Keikhlasan dan ketulusan imanlah yang membuatnya dianugerahkan kenikmatan yang begitu besar itu berupa kesyahidan. Iman yang benar membuat empunya semakin tumbuh subur dengan senantiasa mengejawantahkan keimanannya dengan amalan nyata. Keimanan bukanlah sekadar kata-kata indah yang menghiasi bibir, akan tetapi merupakan tindak lanjut dari komitmen hati, lisan yang diaktualisasikan dengan perbuatan. Pantaslah jika Sumayyah mendapat kemuliaan sebesar ini. Siapakah diantara kita yang mau meneladaninya? Aza Tahukah kalian, siapa wanita pertama yang syahid dijalan Allah..? Ya dia bernama SUmayyah binti Hayyat. Kisah perjuangannya dalam islam sangat luar biasa, terutama dalam mempertahankan keimanan dan keislamanya. Sumayyah dan keluarganya juga termasuk kategori orang-orang yang memeluk islam pertama kali atau istilahnya disebut Assabiqunal Awwalun. Lalu seperti apa kisah luar biasa yang dialami Sumayyah..? Berikut kisah selengkapnya SUMAYYAH WANITA SYAHID PERTAMA DALAM SEJARAH ISLAM Awalnya Sumayyah adalah seorang wanita budak dari Abu Hudzaifah. Kemudian Sumayyah dinikahkan majikanya dengan seorang tamu bernama Yasir bin Amir yang berasal dari negeri yaman. Dari pernikahan itu keduanya dianugerahi Allah dua buah hati yang bernama Ammar dan Ubaidillah. Setelah itu Sumayyah dimerdekakan oleh sang majikan yaitu Abu Hudzaifah. Kemudian, setelah majikanya wafat, Yasir dan sumayyah berada dibawah perlindungan bani Makhzum. Keluarga sumayyah hidup Bahagia meskipun berada dalam banyak keterbatasan. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, Putra Sumayyah yang bernama Ammar bin Yasir juga beranjak dewasa. Waktu itu bertepatan juga dengan Datangnya Ajaran islam yang dibawa Rasulullah SAW. Ammar merasa penasaran, ia lalu berkunjung kepada Rasulullah di rumah Arqam untuk mendengar langsung tentang ajaran islam. Dari sinilah Ammar merasa Takjub dengan Penjelasan Nabi Muhammad SAW, dan akhirnya ia berikrar syahadat dan masuk Agama islam. Hati Ammar sangat terketuk untuk memperjuangkan Ajaran Allah dan Rasulnya. Sepulang dari Arqam, Ammar lalu pulang menuju rumah kedua orang tuanya. Setelah sampai, ia lalu memberikan kabar gembira akan datangnya Ajaran islam yang Haq. Ammar memberikan banyak informasi ajaran islam kepada Kedua orang tuanya. Ajaran yang dibawan Nabi Muhammad SAW benar-benar sungguh luar biasa. Mendengar penjelasan puteranya, Ayah dan Ibu Ammar yaitu Yasir dan SUmayyah akhirnya Terbuka hatinya. Mereka lalu ikut berikrar syahdat, lalu masuk agama islam dan menjadi seorang muslim & Muslimah. waktu itu, orang-orang islam tidak secara terang menyatakan dirinya telah masuk islam, mereka banyak yang menyembunyikan keimanan dan islamnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari segala ancaman dan kezaliman yang dilakukan orang-orang kafir yang membenci dan menolak ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW. Orang-orang kafir memang lebih menyukai agama leluhurnya, yaitu suka menyembah berhala dan melakukan banyak kemusyrikan. Agama islam yang masih lemah dan masih memiliki sedikit pengikut, jelas akan sangat rentan terhadap ancaman orang-orang kafir. Namun Suatu hari orang-orang kafir mendengar akan mulai banyaknya orang yang masuk islam dan menjadi pengikut Rasulullah SAW. Tidak terkecuali masuk islamnya keluarga sumayyah dan Bani Makhzum. Mendengar Berita itu, Emosi Kaum kafir Qurasih lalu meledak. Mereka sangat marah kepada keluarga Sumayyah. Mereka kemudian pergi menuju rumah Sumayyah untuk menagkapnya. Setelah sampai, orang-orang kafir qurasih lantas menangkap dan menyeret keluarga sumayyah . Sumayyah diseret kemuka ummum untuk kemudian disiksa dan dizalimi. Keluarga sumayyah terus disiksa oleh Abu jahal dan orang-orang kafir, hingga mereka bersedia untuk murtad dan meninggalkan ajaran islam. Kekejaman Abu jahal dan pengikutnya semakin menjadi-jadi dikala sumayyah dan keluarganya enggan melepas keislamanya. Abu jahal lantas menusukan tombaknya kearah keluarga sumayyah lalu menyeret mereka hingga berkali-kali. Secara bengis dan kasar, Abu jahal tanpa belas kasih menyeret seraya menyiksa mereka hingga sampai disebuah tanah lapang berbatu. Suami dan anak sumayyah lalu dibakar dibawah panasnya matahari padang pasir. Kedua tangan serta kaki mereka diikat sekencang-kencangnya hingga sulit untuk bergerak. Abu jahal dan orang-orang kafir qurasih lalu bergembira ria, tertawa-tawa atas penyiksaan yang telah mereka lakukan kepada keluarga SUmayyah. Tidak bisa dibayangkan sakitnya penyiksaan itu, Tidak terasa darah terus bercucuran mengalir dari tubuh keluarga sumayyah. Meskipun begitu, Iman keluarga sumayyah masih sangat kuat. Mereka hanya bersabar dan terus mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat sebagai bukti keislamanya. Kemudian kabar penyiksaan keluarga sumayah sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah dan Abu bakar lalu pergi menuju tempat penyiksaan Keluarga sumayyah. Namun Langkah beliau dihalangi oleh orang-orang kafir qurasih. Apalagi jumlah kaum muslim belum begitu banyak dibanding orang-orang kafir qurasih. Jadi meskipun mau melakukan perlawanan, tentu tidak seimbang dan tidak berarti apa-apa. Perjuangan Rasulullah dan orang-orang beriman diawal-awal keislaman benar-benar sangat berat dan menyakitkan. Salah satu titik beratnya adalah harus berhadapan dengan penentangan para kaum kafir. Penyiksaan Abu jahal dan kaum kafir Quraish terhadap Keluarga Sumayyah masih berlanjut. Berbagai ancaman dan siksaan terus diberikan sampai Sumayyah sekeluarga mau murtad dan meninggalkan ajaran islam. Karena masih enggan murtad, Abu Jahal lalu meletakkan baju besi dan batu besar keatas tubuh Suami SUmayyah yaitu Yasir bin Amir. Penyiksaan sadis itu lantas membuat Suaminya Meninggal dunia. Sumayyah sangat sedih kehilangan sang suami tercinta, namun ia sangat bersyukur karena suaminya meninggal dalam kondisi memegang keimanan dan islamnya. Setelah melihat suaminya meninggal, Sumayyah masih tetap bersikukuh mempertahankan keimanananya dan terus menentang permintaan Abu jahal untuk murtad. Sikap Sumayyah ini lantas membuat Abu Jahal semakin Murka dan Marah besar. Abu jahal lalu mengambil tombak dan menusukkan tombak itu kearah kemaluan Sumayyah. Seketika Bugggg, “Allahu Akbar” kata takbir terucap terakhir kalinya dari mulut Sumayyah. Beliau lantas menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal dunia. Beliau wafat dalam kondisi syahid dan menjadi Syuhada Pertama dalam sejarah islam yang berasal dari golongan kaum wanita. Juga Kisah Mukjizat Rasulullah "Berkah Makanan yang Tak Kunjung Habis" Dalam kitab Nisa min Ashri An-Nubuwah, syekh Ahmad Khalil Jama’ah menjelaskan bahwa tidak ada wanita yang mempunyai kesabaran sesabar Sumayyah dalam meneguhhkan tauhid. Bahwan Nabi Muhammad SAW sendiri sampai mendoakan Keluarga Yasir dan Sumayyah “ Wahai keluarga Yasir, Sabar bersabarlah. Sungguh tempat kalian kembali adalah Surga HR. Al Hakim. Doa Rasulullah SAW ini menjadi bukti akan kemulian Keluarga Yasir dan Sumayyah, di mana kelurga itu lebih memilih disiksa dan menderita dari pada harus melepaskan iman dan islamnya. Hal inilah yang menjadikan Sumayyah memperoleh kenikmatan dan derajat mulia di Jannatun Na’im. Subhanallah, Semoga kisah ini bermanfaat. Wallahu A’lamu bishowab. liustrasi sayyidah nafisah 04/08/2020 Sirah Sumayyah binti Hubath adalah wanita dari kalangan kulit hitam yang memiliki keteguhan iman yang sangat tinggi. Dia juga merupakan ibu kandung dari Amar bin Yassir, pemuda yang memeluk Islam pada periode awal dakwah Rasulullah. Summayah merupakan mantan budak milik Abu Huzaifah bin Mughirah. Suami Sumayyah bernama Yasir. Ia bertemu dengan Yasir di Makkah. Abu Hudzaifah yang merupakan kolega dari Yasir dari kota Makkah, menikahkan pemuda ini dengan seorang budaknya yakni Sumayyah. Pernikahan mereka berlangsung dengan baik. Dari perkawinan tersebut, mereka dikaruniai seorang putra bernama Ammar bin Yasir. Kehadiran Ammar dalam kehidupan rumah tangga Sumayyah dan Yasir rupanya membawa berbagai keberkahan, terutama dalam hal keimanan mereka. Meskipun Summayah dan keluarganya baru mengenal Islam, namun mereka rela mengorbankan dirinya demi keimanan yang ada pada dirinya. Dengan keimanan yang dimiliki Summayah tak gentar menghadapi siksaan dari Abu Jahal yang terkenal bengis dan kejam. Dalam kehidupannya memeluk Islam, Sumayyah mendapat siksaan yang berat dari Abu Jahal. Ia meminta Summayah dan keluarganya untuk kembali beriman kepada berhala-berhala yang mereka sembah sebelumnya. Suatu ketika, Rasulullah datang menemui Sumayyah dan keluarganya di tengah siksaan yang dialaminya. Mereka mengeluhkan dengan apa yang mereka hadapi. Tetapi, mereka tak gentar menghadapi semua siksaan itu. Namun ketika melihat Rasulullah mereka tak dapat membendung air mata. Melihat kejadian itu Rasulullahpin bersabda, صَبْرًا يَا آلَ يَاسِرٍ فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ Artinya, “Bersabarlah keluarga Yasir. Sungguh tempat kalian adalah surga.” HR. Al-Hakim dalam Mustadraknya 5646. Dengan keteguhan hati keluarga Yasir, membuat Abu Jahal merasa frustasi. Karena rasa frustasinya maka Abu Jahalpun mengambil tombak dan dihujamkannya tombak tersebut ke tubuh Summayah sampai ia tersangkur dan kemudian wafat sebagai syahid. Kisah perjalanan hidup Sumayyah dicatat dalam lembaran sejarah Islam dengan tinta emas. Hingga kini namanya tetap abadi, sebagai wanita muslim yang pertama kali wafat dalam keadaan syahid di era Rasulullah. Keteguhan iman yang dimiliki oleh Summayah dapat dijadikan contoh teladan dalam menegakkan prinsip meski harus menebus keteguhannya dengan nyawanya sendiri. Sedangkan Yassir suaminya juga tak lama menyusul kepergian Summayah di tahanan tempat di mana ia dan anaknya Ammar dikurung dan di siksa. Sumayyah merupakan lambang pengorbanan dalam menegakkan agama Allah. Ia berani berterus terang menyatakan keislamannya, ketika kaum kafir Quraisy sedang bengis-bengisnya. Ia berani mempertaruhkan hal berharga dalam hidup berupa nyawa demi mempertahankan keimanan. Barangkali inilah pelajaran penting bagi umat Islam saat ini. Keteguhan iman harus terus dirawat di tengah problem saat ini. Jangan pernah menggadaikan iman hanya karena ingin mencari kenikmatan dunia. Sumayyah memilih menderita di dunia demi meraih kenikmatan di akhirat. Check Also Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak 3 Kisah Raja Sulaiman dan Ratu Balqis Setelah Nabi Daud wafat, kini Nabi Sulaiman meneruskan tahta kerajaan dan memimpin Bani Israil. Seperti … Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak 2 Nabi Sulaiman dan Perempuan Korban Pemerkosaan Sebelumnya sudah diceritakan tentang kecerdasan Nabi Sulaiman dalam memecahkan masalah. Kisah kehebatan Nabi sulaiman tak …

keluarga sumayyah mendapat ujian keimanan berupa